Astudestra Ajengrastrı
31 Juli 2018•Update: 01 Agustus 2018
Beraa Gokturk
ISTANBUL
Penasihat Presiden Iran Hamid Aboutalebi berkata pada Selasa bahwa Iran menginginkan AS kembali ke perjanjian nuklir 2015 sebagai prasyarat adanya dialog antara Washington dan Teheran.
"Beri penghormatan kepada negara besar Iran, kurangi permusuhan, AS kembali ke perjanjian nuklir... Itu akan membuka jalanan yang berbatu untuk saat ini," tulis Aboutalebi di Twitter.
Pada Senin, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dirinya siap mengadakan dialog dengan sejawatnya di Iran, Hassan Rouhani, tanpa prasyarat.
Pada Mei, Trump menarik AS dari perjanjian nuklir, yang ditandatangani pada 2015 oleh Iran dan negara-negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Perjanjian nuklir ini memberikan batasan-batasan pada program nuklir Iran, sebagai balasan atas diangkatnya sanksi senilai miliaran dolar.
Dalam kampanye presidennya pada 2016, Trump mengkritik keras perjanjian itu, menyebutnya sebagai "perjanjian terburuk" yang pernah dilihatnya. Negara anggota lain P5+1, meski begitu, perjanjian tersebut merupakan cara terbaik untuk membatasi program nuklir Iran untuk saat ini.