Maria Elisa Hospita
12 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
Jeyhun Aliyev dan Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Guatemala telah memilih Alejandro Giammattei dari Partai Vamos sebagai presiden negara yang baru.
Menurut surat kabar lokal Prensa Libre yang mengutip Dewan Pemilihan Umum, mantan ahli bedah itu memenangkan pemilihan umum putaran kedua dengan 58,8 persen dukungan suara.
Dengan perolehan suara tersebut, Giammattei mengungguli mantan pemimpin Hope Union Party Sandra Torres, yang menerima 41 persen suara.
Padahal, selama pemilu putaran pertama, Torres mengumpulkan lebih banyak suara ketimbang Giammattei.
Melayani sebagai presiden negara ini akan menjadi sebuah kehormatan besar bagi saya," ujar Giammattei dalam pidato kemenangannya.
"Mereka tidak akan menginginkan pemimpin yang 'jauh' dari rakyat. Mereka lebih suka presiden yang dekat dengan rakyat dan tahu apa yang harus dilakukan. Inilah saatnya kita menurunkan bendera dan ideologi masing-masing demi membangun Guatemala yang lebih baik," kata dia lagi.
Giammattei akhirnya memenangkan pemilu setelah gagal terpilih di tiga pemilu sebelumnya.
Dia dijadwalkan mulai menjabat pada 14 Januari 2020 setelah mengambil sumpah.
Selama kampanyenya, Giammattei berjanji akan memerangi tindak kejahatan dengan memperlakukan anggota geng seperti "teroris", melegalkan hukuman mati, dan membawa lebih banyak investasi guna mencegah migrasi.