Maria Elisa Hospita
04 September 2019•Update: 04 September 2019
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Asosiasi Pegawai Negeri (ATE) Argentina mengumumkan mogok kerja pada 10 September karena dampak devaluasi terhadap upah pegawai.
Keputusan itu dikeluarkan pada Senin, setelah Dewan Pengarah Nasional meninjau situasi ekonomi negara saat ini.
Asosiasi tersebut menuntut agar semua pegawai yang diberhentikan dipekerjakan kembali.
Mereka juga meminta negosiasi upah dan menolak kenaikan upah minimum yang diumumkan pemerintah Jumat pekan lalu.
Argentina menghadapi inflasi tinggi setelah devaluasi tajam mata uang peso sejak tahun lalu.
Tiga setengah tahun setelah Presiden Mauricio Macri berkuasa, kondisi perekonomian di negara itu tak kunjung membaik.
Pada Juli, Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan pencairan dana sebesar USD5,4 miliar untuk pemerintah Argentina.
Menurut IMF, otoritas Argentina telah menyelesaikan semua target pengeluaran fiskal, moneter, dan sosial mereka di bawah program yang didukung IMF.