Maria Elisa Hospita
15 Februari 2021•Update: 15 Februari 2021
Hassan Isilow
JOHANESBURG
Afrika Selatan pada Senin membuka kembali 20 jalur perbatasan darat yang ditutup sejak bulan lalu untuk menghentikan penyebaran virus korona.
Pada 11 Januari, Presiden Cyril Ramaphosa mengumumkan penutupan perbatasan darat setelah kemacetan panjang di pos-pos perbatasan yang membuat banyak orang terpapar Covid-19 ketika mereka menunggu selama berjam-jam untuk diproses.
“Kami kewalahan memeriksa persyaratan kesehatan untuk masuk ke Afrika Selatan, apalagi banyak orang datang tanpa punya bukti tes Covid-19," kata Ramaphosa.
"Siapa pun yang menunjukkan hasil tes palsu akan ditolak masuk dan dilarang mengunjungi Afrika Selatan untuk jangka waktu setidaknya lima tahun," tegas presiden.
Menteri Dalam Negeri Aaron Motsoaledi mengimbau para pelancong untuk memastikan bahwa mereka mempersiapkan semua dokumen perjalanan yang diwajibkan sebelum sampai ke perbatasan.
“Semua orang harus taat hukum, aturan, dan kesepakatan yang berlaku. Ini akan membantu mengurangi kemacetan," kata dia lagi.
Sejauh ini, Afrika Selatan mencatat jumlah kasus Covid-19 tertinggi di benua itu dengan 1.491.807 kasus, 47.899 di antaranya meninggal.
Motsoaledi akan meninjau Pos Perbatasan Lebombo, sedangkan Wakil Menteri Dalam Negeri Njabulo Nzuza akan meninjau Pos Perbatasan Beitbridge.