25 Agustus 2017•Update: 27 Agustus 2017
Alpha Kamara
DAKAR, Senegal
Jumlah warga yang resmi dilaporkan hilang di Sierra Leone, menyusul longsor dan banjir pekan lalu di Freetown, melonjak dari 600 ke setidaknya 800 orang.
Laporan yang dirilis pada Kamis oleh Badan Keamanan Nasional menunjukkan dari 493 jasad yang ditemukan sejak longsor 14 Agustus, 157 merupakan anak-anak.
Data juga menunjukkan dari 5.905 warga yang terdampak longsor, 2.607 adalah anak-anak.
Kepala badan respon bencana Sierra Leone, Ishmael Tarawalie memastikan 500 jasad telah ditemukan, menghitung serta tubuh yang ditemukan di negara tetangga mereka, Guinea.
“Kami berterima kasih kepada negara-negara di seluruh dunia termasuk negara tetangga kami yang sudah menyediakan bantuan uang tunai, makanan, dan obat-obatan untuk korban. Dalam waktu 45 hari, 52 rumah akan diberikan kepada beberapa dari mereka sembari bantuan lainnya dikoordinasikan,” kata Tarawalie pada televisi nasional SLBC.
Dia mengatakan juga sekitar 5.000 orang ditawarkan tempat tinggal sementara di beberapa bagian Freetown.
Nigeria memberikan USD 1 juta serta peralatan medis untuk membantu. Negara-negara lain seperti Ghana, Togo, Guinea, Senegal, Liberia, Maroko dan Pantai Gading juga telah mengirimkan dana, makanan dan barang-barang bantuan.