Umar İdris
17 Desember 2019•Update: 17 Desember 2019
Hacer Baser and Gülsen Topcu
TRIPOLI, Libya
Pasukan di bawah Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya di lima kota mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka memobilisasi untuk mempertahankan ibukota Tripoli melawan serangan yang diancam oleh komandan Khalifa Haftar.
Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang di kota-kota Kabaw, Zliten, Khoms, Msallata dan Zawiya mengatakan mereka akan mendukung GNA yang diakui PBB dan berperang melawan pasukan Haftar.
Mereka menyerukan koordinasi dan kerja sama untuk mengusir setiap serangan dari Haftar.
Pada bulan April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA, tetapi sejauh ini gagal mencapai kemajuan di luar pinggiran kota.
Namun, pada 12 Desember lalu, Haftar mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan gerilyawannya untuk meluncurkan "pertempuran strategis" untuk merebut ibukota.
GNA lalu meluncurkan operasi Burkan al-Ghadab (Gunung Berapi Kemarahan) untuk menanggapi agresi tersebut.
Menurut data PBB, lebih dari 1.000 orang telah tewas sejak awal operasi tersebut dan lebih dari 5.000 terluka.
Sejak penggulingan almarhum pemimpin Muammar Gaddafi pada 2011, dua kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur yang didukung terutama oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan lainnya di Tripoli, yang mendapatkan pengakuan PBB dan masyarakat internasional.
*Ditulis oleh Fahri Aksut