Rıskı Ramadhan
09 November 2017•Update: 10 November 2017
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Jerman membuat pernyataan bahwa rezim Bashar al-Assad bertanggung jawab atas penyerangan dengan senjata kimia di wilayah Khan Sheikhun, Suriah.
Pernyataan tertulis ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian, dan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel.
Dalam pernyataan itu disebutkan, Join Investigation Mechanism (JIM) yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah. Hasil penyelidikan menunjuk rezim Assad yang bertanggung jawab.
“Kami percaya sepenuhnya terhadap hasil yang diumumkan JIM,” tulis pernyataan tersebut.
Disebutkan juga rezim Suriah telah melanggar hukum internasional, termasuk Perjanjian Senjata Kimia, dan menuntut Suriah menghentikan penggunaan segala jenis senjata kimia serta melaporkan semua senjata kimia yang mereka miliki kepada OPCW.
Sementara itu, Daesh juga dinyatakan bertanggung jawab atas penyerangan gas sarin di wilayah Um Hosh yang terletak di sekitar Aleppo, September 2016 lalu.
Khan Seihkun diserang dengan senjata kimia pada 4 April lalu, yang mengakibatkan sekitar 100 orang tewas dan 500 lainnya terkena dampak gas.
Puluhan ribu warga sipil di Khan Sheikun terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko keracunan.