Muhammad Abdullah Azzam
17 Juli 2018•Update: 18 Juli 2018
Mahmut Geldi
ADEN, Yaman
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sekitar 35 ribu keluarga harus mengungsi akibat bentrokan yang terjadi di Kota Al Hudaydah, Yaman, selama satu bulan terakhir.
Berdasarkan laporan yang ditulis oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) dan kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan di Al Hudaydah, sejak awal bulan Juni tahun ini sebanyak 35 ribu keluarga telah meninggalkan Al Hudaydah menuju ke wilayah-wilayah yang dinyatakan aman.
Menurut laporan, sebanyak 20 ribu keluarga di antaranya telah menerima bantuan kemanusian.
Pelabuhan Al Hudaydah dan Pelabuhan Salif dipastikan masih berfungsi. Namun telah terjadi serangan udara terus menerus serta penembakan artileri di wilayah Zabid dan Al Tuhayta.
Para organisasi kemanusiaan pun hanya dapat memberikan bantuan ke daerah-daerah yang bisa mereka capai.
Laporan itu juga mengatakan, wilayah pusat kota Al Hudaydah kini lebih tenang dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Meski, jalur-jalur menuju pelabuhan dan bandara masih tertutup pembatas beton.
Laporan yang dirilis pada tanggal 5 Juli lalu itu mengatakan bahwa arus pengungsi dari Al Hudaydah hingga kini masih terus berlanjut. Sejak bulan Juni tahun ini jumlah pengungsi telah melebihi 121 ribu orang dari 17.500 kepala keluarga.
Atas dukungan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, militer Yaman memulai operasi pengambilan kembali kota Al Hudaydah dan pelabuhannya dari tangan pemberontak Houthi pada 13 Juni lalu.
Dalam operasi yang sama, pemerintah beserta pasukan koalisi berhasil menduduki kembali Bandara Internasional Al Hudaydah pada 19 Juni lalu.