Muhammad Abdullah Azzam
18 Juni 2020•Update: 18 Juni 2020
Tufan Aktas
ISTANBUL
Setidaknya tiga orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan bom di Mogadishu, ibu kota Somalia.
Menurut saksi mata yang berbicara kepada Anadolu Agency, ledakan itu terjadi pada Kamis di distrik Hodan di kota itu, lokasi kejadian berdekatan dengan sekolah Yayasan Maarif yang dikelola oleh Turki.
Suara ledakan terdengar di daerah sekitarnya ketika sebuah bom yang diduga ditanam di tanah meledak.
Saksi mata melaporkan beberapa orang terluka dalam insiden tersebut dan dilarikan ke Rumah Sakit Fiqi.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Setelah kudeta yang gagal tahun 2016, Turki mendirikan Yayasan Maarif untuk mengambil alih administrasi sekolah-sekolah di luar negeri yang terkoneksi dengan organisasi Feto.
Yayasan ini juga mendirikan sekolah dan pusat pendidikan di luar negeri.
Feto dan pemimpinnya yang bermukim di Amerika Serikat (AS), Fethullah Gulen, berada di balik kudeta 15 Juli 2016 di Turki, yang menewaskan 251 orang, dan melukai 2.200 lainnya.
Ankara menuduh organisasi Feto berada dibalik kampanye jangka panjang dengan memasuki institusi-institusi militer, polisi, dan dunia akademik.
Kelompok ini juga mengoperasikan banyak sekolah di luar negeri sebagai sumber pemasukan untuk kegiatan teror dan infiltrasinya.