Dunia, Regional

1.093 orang tewas selama kudeta militer Myanmar

Data kelompok masyarakat sipil menunjukkan 6.533 orang masih ditahan hingga 15 September

Devina Halim   | 16.09.2021
1.093 orang tewas selama kudeta militer Myanmar ILUSTRASI: Tentara Myanmar. (Ko Myo - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Jumlah korban tewas selama kudeta militer di Myanmar kini berjumlah 1.093 orang, berdasarkan laporan kelompok masyarakat sipil.

Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengungkapkan terdapat penambahan empat korban tewas asal Magway, Bago, Sagaing, dan Yangon.

Salah satu tambahan korban tewas adalah Naing Linn, anggota eksekutif partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Menurut AAPP, polisi junta menembak Naing Linn berkali-kali di rumahnya di Kotapraja Salin, Magway, pada 14 September, kemudian korban tewas saat tiba di rumah sakit.

Korban lainnya juga merupakan anggota Partai NLD, Than Aye (60), yang ditangkap di Kotapraja Waw, Bago, pada 13 September dan tewas pada hari yang sama karena penyiksaan saat interogasi.

“Jenazahnya dikremasi oleh junta teroris pada 14 September, tanpa memberi tahu keluarga,” ungkap AAPP dalam keterangannya, Rabu malam.

Pasukan junta menyerbu Desa Kyaukse, Kotapraja Kalay, Sagaing, pada 14 September, kemudian membakar dua rumah, dan membunuh Thaung Myinty yang berlindung di biara desa.

AAPP juga melaporkan militer Myanmar menembak warga bernama Thet Lwin Oo hingga tewas di Kotapraja Twantay, Yangon, pada 14 September.

Militer menangkap Thet Lwin Oo di rumahnya atas tuduhan tergabung dalam Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF), sayap bersenjata pemerintah bayangan Myanmar.

AAPP mengatakan korban Thet Lwin Oo ditembak ketika melarikan diri dari militer Myanmar.

Data AAPP menunjukkan 6.533 orang masih ditahan hingga 15 September dan 275 orang dijatuhi hukuman secara langsung.

Myanmar diguncang kudeta sejak 1 Februari di mana militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Militer berdalih pemilu yang mengantarkan Suu Kyi terpilih dengan suara terbanyak penuh kecurangan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.