Nani Afrida
07 November 2018•Update: 07 November 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa mengutuk penculikan murid dan staf dari sebuah sekolah di Kamerun.
Sebanyak 79 anak-anak, bersama dengan tiga anggota staf dilaporkan telah diculik Senin dari Sekolah Menengah Presbyterian di Bamenda, di wilayah barat laut Kamerun.
Juru bicara PBB Stephane Dujarric menekankan "tidak ada pembenaran untuk kejahatan terhadap warga sipil, terutama anak di bawah umur," dalam sebuah pernyataan.
Dujarric menambahkan bahwa Guterres menyerukan "untuk pembebasan segera murid yang diculik dan bisa dikembalikan ke rumah dan keluarga mereka."
Meskipun tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, dalam sebuah pernyataan di Facebook, juru bicara Pasukan Ambazonia, Tapang Ivo Tanku menyalahkan pasukan pemerintah atas penculikan itu.
Tanku mengajak pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris untuk membantu mencari korban penculikan dan mengatakan para pelaku penculikan itu berbahasa Prancis.
Kamerun telah dirusak oleh aksi protes selama lebih dari satu tahun, dengan penduduk di daerah berbahasa Inggris mengatakan mereka telah terpinggirkan selama beberapa dekade oleh pemerintah pusat dan mayoritas berbahasa Prancis.
Ratusan orang tewas dalam konflik antara penutur bahasa Inggris dan Prancis dalam dua tahun terakhir.
"Sekretaris Jenderal menyerukan solusi damai terhadap krisis di wilayah Barat Laut dan Barat Daya Kamerun melalui proses dialog yang inklusif," kata Dujarric.