07 Juli 2017•Update: 08 Juli 2017
Megiza
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi yang terjadi pada Juni atau Ramadan tahun ini menyentuh angka 0,69 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 129,72. Dari 82 kota IHK, 79 kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Tual, Maluku, sebesar 4,48 persen dengan IHK sebesar 150,91. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Merauke sebesar 0,12 persen dengan IHK 135,57.
Adapun deflasi tertinggi terjadi di Singaraja, Bali, sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 136,45 dan yang terendah terjadi di Denpasar, Bali, sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 125,57.
Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,69 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,39 persen; perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,75 persen; kelompok sandang sebesar 0,78 persen; kelompok kesehatan 0,34 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen; serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,27 persen.
“Penyumbang terbesar adalah penyesuaian tarif listrik untuk Rumah Tangga 900 VA serta biaya transportasi angkutan udara dan antar kota,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Kamis.
Dalam keterangan resminya, BPS juga menjabarkan bahwa tingkat inflasi tahun kalender (januari-Juni) 2017 terjadi sebesar 2,38 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2017 terhadap Juni 2016) sebesar 4,37 persen.
Selain itu, tercatat juga bahwa inflasi dialami pada komponen inti sebesar 0,26 persen pada Juni 2017. Sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juni) 2017 mengalami inflasi sebesar 1,95 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2017 terhadap Juni 2016) sebesar 3,13 persen.