Shenny Fierdha Chumaira
15 Desember 2017•Update: 16 Desember 2017
Shenny Fierdha
DENPASAR, Bali
"When life gives you lemons, make lemonade", ungkapan dari Barat ini bisa diartikan, saat berada dalam situasi sulit hendaknya seseorang bisa mengubahnya menjadi positif.
Lebih mudah diucapkan daripada diterapkan, memang.
Namun, di titik-titik pengungsian yang tersebar di sembilan kabupaten di Bali akibat bencana Gunung Agung, sejumlah anggota polisi berusaha mewujudkan rangkaian kata pepatah menjadi aksi nyata.
Di pengungsian yang menumpang di bangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Kabupaten Klungkung, seorang anggota Satuan Pembinaan Masyarakat Kepolisian Resor Klungkung, Ajun Inspektur Polisi Dua Gusti Putu Suarjana berinisiatif menampilkan pertunjukan ketoprak humor ala Bali yang dikenal sebagai "bondres".
Suarjana akan mengenakan kostum dan topeng, lalu beraksi di halaman GOR, mencoba memancing gelak tawa dari para pengungsi yang hatinya sedang susah. Semua ini dilakukannya secara ngayah, yang menurut ajaran Hindu adalah melakukan pekerjaan dengan tulus ikhlas, tanpa mengharap imbalan upah.
Saat Anadolu Agency berkunjung ke sana, Suarjana sedang mengenakan kostum andalannya: kaos coklat, rompi hitam, dan kain motif catur warna hitam putih khas Bali yang melilit pinggangnya sampai lutut. Dia juga tak segan memasang rambut palsu bergelombang warna coklat sebahu, serta topeng lucu dengan hidung besar dan gigi tonggos.
Dibantu oleh rekannya sesama anggota polisi, Suarjana melawak di hadapan para pengungsi tua, muda, dan anak dalam bahasa Bali.
Tak ada panggung atau iringan musik dari sound system yang laiknya ada di setiap pertunjukan bondres. Suarjana memilih bertelanjang kaki di halaman GOR.
"Kadang saya bawa mobil Satbinmas ke sini, kasih hiburan, kadang memutarkan film. Yang penting mereka bahagia," tutur Suarjana.

Layar tancap Bondres
Di posko-posko lain tak jauh dari GOR Swecapura, bondres juga jadi sarana polisi menghibur para pengungsi.
Kendati tidak punya anggota yang nyeni seperti Suarjana, Satbinmas Polres Karangasem memutar video Bondres setiap malam secara bergilir. Mereka memasang layar putih yang ditembak dengan proyektor untuk memutar video-video kocak bondres. Tak ubahnya layar tancap.
Ketika Anadolu Agency sedang berada di Karangasem malam itu, nonton bareng bondres sedang diadakan di Balai Desa Bugbug, salah satu bangunan yang dijadikan lokasi pengungsian.
Meski bukan pertunjukan langsung seperti di Klungkung, namun video ini sukses mengundang tawa para pengungsi.
Selain video bondres, polisi Karangasem juga memainkan video yang menampilkan beberapa tari tradisional Pulau Dewata lengkap dengan nyanyiannya dalam bahasa daerah.
Mata para pengungsi tak lepas dari layar sambil sesekali tersenyum melihat tarian. Bahkan beberapa pengungsi anak berusaha mengikuti gerak gemulai si penari di video.
"Kegiatan nonton bareng ini untuk menghibur pengungsi, membantu memulihkan keadaan psikologis mereka," kata anggota Satbinmas Polres Karangasem Ajun Inspektur Polisi Dua Eko Waluyo.