Astudestra Ajengrastrı
10 Juni 2018•Update: 11 Juni 2018
Burak Karacaoglu dan Esref Musa
IDLIB, Syria
Puluhan ribu orang tewas terbunuh selama konflik militer yang terjadi antara rezim Bashar al-Assad dengan pasukan oposisi sepanjang 7 tahun di Suriah.
Perang juga mengakibatkan kehidupan hewan peliharaan jadi terlantar. Setidaknya ratusan kucing kehilangan pemilik mereka.
Mohammed Alaa Jaleel, mantan supir ambulans dari Aleppo di barat laut Suriah, berusaha menyediakan rumah bagi hewan-hewan peliharaan yang ditinggal mati pemiliknya. Pada 2013, dia membuka rumah penampungan untuk kucing-kucing liar.
Tiga tahun kemudian, rumah penampungan Jaleel terpaksa tutup karena serangan meriam rezim ke Aleppo, namun dia berhasil menyelamatkan 22 ekor kucing. Dia lantas membuka penampungan baru di Kafr Naya, di sebelah barat Aleppo.
Jaleel menamai rumah penampungan ini Ernesto, seperti nama kucing pertamanya, dan mendirikan klinik di dalamnya -- bersama temannya Mohamed Yousef yang seorang dokter hewan -- untuk merawat kucing-kucing tersebut.
"Saya sudah menyukai kucing selama bertahun-tahun," kata Jaleel kepada Anadolu Agency. "Saya akan mengumpulkan daging sisa dari tukang daging dan memberikannya pada kucing jalanan," kata dia.

Saat ini, kisah Jaleel, banyak orang mengirimkan donasi secara online dari luar Suriah. Sebagai tanda terima kasih, mereka lantas menamai kucing-kucing yang mereka rawat dengan nama para donor seperti Perla, Milano, dan Rose.
"Di sini, kami memberi mereka makan dan layanan kesehatan," tukas dia. "Donasi yang datang dari luar negeri membantu kami memberi perawatan khusus untuk para kucing."
Jaleel mengingat, dia pernah merawat hingga 170 kucing di Aleppo ketika rezim mempersering serangan mereka ke kota tersebut.
"Karena tidak ada yang tinggal di kota itu, kucing-kucing jalanan hanya bisa berlindung bersama saya. Tapi banyak kucing mati atau melarikan diri karena seranga rezim. Saya hanya bisa membawa sekitar 22 saat melakukan evakuasi," kenang dia.
Yousef, dokter hewan di klinik Ernesto, berkata bahwa kucing-kucing mereka diperiksa setiap bulan.
"Kami memberi perhatian khusus kepada kucing yang baru lahir atau sedang hamil; kami memisahkan kucing yang memiliki penyakit menular sampai sembuh," kata dia.
Suriah mulai bangkit dari konflik mematikan yang dimulai dari 2011 ketika rezim Assad menyerang para demonstran dengan kekerasan brutal.
*Ali Murat Alhas berkontribusi pada artikel ini dari Ankara