31 Juli 2017•Update: 31 Juli 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Jelang Kemerdekaan Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pada Senin siang, memastikan bakal membuka gratis pintu museum-museum yang berada di bawah naungan Kementeriannya.
Muhadjir mengatakan, dengan membebaskan masyarakat dari tiket masuk, karya-karya seni yang berada di dalam museum, cagar budaya dan situs kepurbakalaan dapat disaksikan dan dipelajari dengan mudah oleh masyarakat sepanjang bulan Agustus ini.
“Dalam rangka kemerdekaan, museum, cagar budaya dan situs kepurbakalaan di seluruh Indonesia yang ada di bawah Kemendikbud akan digratiskan,” ujar Muhadjir di Galeri Nasional Jakarta.
Tidak hanya itu, selama 30 hari, Kemendikbud juga berencana membagikan buku-buku cerita rakyat dengan gratis. Dari 350 judul cerita rakyat yang ada di Indonesia, 170 judul di antaranya akan disebar ke daerah-daerah.
Perayaan Kemerdekaan RI ke-72 ini juga akan menjadi momen penting, kata Muhadjir, karena akan diluncurkan lagu kemerdekaan Indonesia Raya versi tiga stanza, yang selama ini diproses di studio rekaman bersejarah Indonesia, Lokananta.
“Indonesia Raya tiga stanza yang pertama dilakukan oleh orang asing. Sekarang, untuk pertama kali, lagu tersebut diproses kembali oleh musisi Indonesia di Lokananta,” katanya.
Muhadjir berharap, setelah Indonesia Raya tiga stanza dirilis, lagu itu pun dapat terdengar di sekolah-sekolah. “Nantinya akan rutin dibawakan di saat upacara bendera atau di kelas sebelum mereka mulai belajar,” sebutnya.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf, menyampaikan bahwa pameran koleksi Istana Kepresidenan yang akan digelar mulai 2 Agustus mendatang di Galeri Nasional, menjadi salah satu cara untuk membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat tentang sejarah seni yang tersimpan di Istana Kepresidenan.
“Pada tahun 2015 dalam sebuah pembicaraan rapat koordinasi, dicanangkan bahwa Istana Kepresidenan akan dikembalikan sebagai the ultimate showcase indonesia culture. Tapi kita tahu, Istana tidak accesable untuk publik. Karena itu, untuk mengakseskannya diadakan pameran ini sejak tahun lalu,” papar Triawan.