06 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) membuka line layanan gawat darurat 119 untuk pencegahan bunuh diri. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut akibat maraknya kasus bunuh diri belakangan
Berdasarkan hasil riset World Health Organization (WHO) di 172 negara, lebih dari 800.000 orang meninggal karena bunuh diri tiap tahunnya.
Di Indonesia, angka bunuh diri mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2010, 1,8 dari 100.000 orang melakukan bunuh diri, atau sekitar 5.000 orang per tahun. Proyeksinya, angka ini mengingkat menjadi 4,3 per 100.000 atau 10.000 orang per tahun pada 2012. Bunuh diri menjadi penyebab kematian nomor 2 tertinggi untuk usia 15-29 tahun pada 2012.
Layanan gawat darurat ini dibuka sejak Juli tahun lalu. Menyediakan layanan cepat, line bebas biaya ini khususnya melayani darurat medik. Selain dengan rumah sakit umum, layanan gawat darurat ini terkoneksi dengan rumah sakit jiwa dan fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kesehatan mental di seluruh Indonesia
“Bisa dimanfaatkan untuk layanan kesehatan mental. Kalau melihat ada potensi orang bunuh diri, silakan hubungi line itu,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno kepada Anadolu Agency, Minggu.
Menurut Untung masyarakat Indonesia kerap merasa sungkan untuk bercerita curahan hati, jadi line gawat darurat itu sekaligus bisa digunakan sebagai sarana konseling.
“Kalau ada masalah mendingan curhat. Bisa sama teman, atasan, keluarga, atau dokter, atau bisa juga lewat line darurat itu. Kalau curhat beban berkurang,” ujarnya.
Tema Hari Kesehatan Sedunia 2017 adalah Depression: Lets Talk. Hari Kesehatan Nasional tahun ini memiliki tema serupa, yaitu Depresi: Yuk Curhat.
Kementerian Kesehatan sebetulnya memiliki saluran telepon yang khusus melayani konseling kejiwaan, melalui hotline 500-454. Di bawah naungan Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa, nomor ini dibuka pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 10 Oktober 2010 lalu. Sejak 3 tahun lalu nomor ini dinonaktifkan.
“Nanti hotline itu kita hidupkan lagi,” ujar Untung.