Ramazan Ercan
25 Oktober 2017•Update: 25 Oktober 2017
Ramazan Ercan
IZMIR
Pasukan keamanan Turki pada September menahan migran dalam jumlah terbanyak dalam sembilan bulan terakhir. Tercatat sebanyak 15.470 migran telah ditahan.
Sedangkan pada September saja, penjaga pantai menemukan 3408 migran di lepas pantai Turki. Pasukan keamanan Turki di Laut Aegea, Laut Mediterania dan Laut Hitam seringkali menemukan migran yang masuk secara ilegal ke Eropa dan harus menanggung risiko kematian dalam perjalananya, kata Komando Penjaga Pantai kepada Anadolu Agency.
Tahun ini, 756 migran pada Januari dan sebanyak 719 pada Februari ditemukan oleh pasukan keamanan. Jumlah tersebut naik dua kali lipat pada Maret menjadi 1501, dan 1551 pada April.
Jumlah ini kemudian meningkat secara dramatis pada Agustus yaitu 2668, sebelum akhirnya naik menjadi 3400 pada September.
Petugas penegak hukum dari Kementerian Dalam Negeri dan Penjaga Pantai Turki juga mencatat jumlah pelancong yang tengah menuju ke Eropa di Laut Hitam, yang telah menjadi jalur baru bagi para migran.
Sejak 22 September, belum ada penyeberangan ilegal yang tercatat di Laut Hitam. Namun ada 51 orang yang telah kehilangan nyawa selama perjalanan laut yang berbahaya sejak awal tahun ini.
Operasi pencarian dan penyelamatan kini tengah berlangsung untuk 14 migran yang hilang. Insiden perjalanan laut paling mematikan terjadi pada April 2016, ketika sebuah kapal nelayan yang mengangkut migran tenggelam dan menewaskan 24 jiwa di Pantai Kocaeli, barat laut Turki.
Selain 15.470 migran yang ditahan di lepas pantai, sebanyak 5168 migran ditahan selama operasi gabungan oleh Gendarmerie dan penjaga pantai Turki sebelum mereka dapat mencapai laut.