ISTANBUL
Penyair, penulis, dan intelektual terkemuka Turki Sezai Karakoc meninggal dunia pada usia yang ke-88 tahun, ungkap juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin lewat media sosial pada Selasa.
“Ustad Sezai Karakoc telah dipanggil ke pangkuan Allah, meninggalkan jejak keteladanan, gagasan yang kuat dan warisan sastra yang hebat,” kata Kalin.
“Semoga Allah menjadikan surga sebagai tempat peristirahatannya, tinggi derajatnya, dan bahagia jiwanya,” ucap dia.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya merasakan “kesedihan yang mendalam” setelah mendapatkan kabar wafatnya 'Penyair Kebangkitan' itu dan menyebutnya sebagai pemikir hebat di dunia sastra dan pemikiran "yang membimbing generasi muda dengan ide-idenya."
"Saya menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarganya, penggemar, dan bangsa kita," tulis Erdogan di Twitter.
Lahir pada 22 Januari 1933 di Diyarbakir, provinsi tenggara Turki, ayah Karakoc adalah seorang pedagang yang ditangkap oleh Rusia saat berperang di medan perang Kaukasia dalam Perang Dunia I.
Menghabiskan masa kecilnya di Diyarbakir, dia bersekolah di provinsi Kahramanmaras, Turki selatan, dan belajar di SMA di provinsi Gaziantep.
Dengan minat yang besar pada sastra, Karakoc mulai membaca karya klasik barat selama masa remajanya.
Dia membaca literatur klasik Barat dan Timur sebelum memasuki Universitas Ankara untuk belajar ilmu politik.
Sambil menunggu hasil ujian masuk kampus, Karakoc bertemu Necip Fazil Kisakurek, penyair dan pemikir Turki terkemuka lainnya yang memiliki pengaruh besar padanya.
Selain pendidikan tinggi pada 1950-an, Karakoc bekerja di majalah Buyuk Dogu, sebuah publikasi politik konservatif yang didirikan oleh Necip Fazil Kisakurek, dan memberikan pencerahan untuk banyak generasi.
Dia lulus universitas pada 1955, dan mulai bekerja di Kementerian Keuangan Turki.
Sejak Desember 1963, dia mulai menulis artikel harian untuk surat kabar nasional, termasuk harian Yeni Istiklal, Yeni Istanbul dan Sabah di Babiali, ibu kota media Turki saat itu.
Karakoc kemudian mengundurkan diri dari kementerian untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk studi sastra.
Dia menulis Mona Rosa, yang menjadi salah satu puisi paling terkenal tentang cinta dalam sastra Turki.
Pada 1990, dia mendirikan Partai Dirilis (Kebangkitan) untuk mewujudkan dunia yang dia sebut-sebut dalam puisi dan tulisannya.
Dia dianugerahi Penghargaan Budaya dan Seni Kepresidenan Turki pada 2011.