Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Mei 2020•Update: 14 Mei 2020
Elif Ferhan Yesilyurt, Yunus Turk
ISTANBUL
Nilai paket Perisai Stabilitas Ekonomi Turki yang diluncurkan untuk membendung dampak ekonomi dari Covid-19 sejauh ini telah mencapai TRY240 miliar atau sekitar Rp513,2 triliun.
Berbicara pada pertemuan virtual yang diadakan oleh Dewan Hubungan Ekonomi Asing (DEIK) pada Rabu, Menteri Keuangan Berat Albayrak mengatakan jumlah yang disediakan di bawah paket bantuan yang diumumkan pada 18 Maret itu sama dengan 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) Turki.
"Jika kita perlu mengekspresikan ukuran ekonominya dengan efek berganda, angka ini mencapai TRY525 miliar (Rp1.123 triliun), yang setara dengan sekitar 11 persen dari PDB," kata Albayrak.
Pemerintah memberikan bantuan uang tunai untuk hampir 5 juta keluarga dengan pendapatan rendah.
Pertemuan tersebut juga membahas cara untuk menghilangkan dampak pandemi terhadap ekonomi dan langkah-langkah yang harus diambil untuk memanfaatkan potensi norma baru dengan cara terbaik.
Menekankan bahwa pemerintah akan melanjutkan upaya untuk memerangi Covid-19, Albayrak mengatakan Turki adalah salah satu negara dengan kinerja terbaik dengan dukungan terhadap rasio PDB-nya terkait paket bantuan Covid-10.
Dia menyoroti tekad negara dalam mempraktikkan kebijakan terbaik dan akurat, sambil menangani kembali perdagangan luar negerinya.
"Jumlah negara yang dikirimi bantuan medis oleh Turki melampaui 60," tambah sang menteri.
Nail Olpak, kepala DEIK, mengatakan dengan membantu negara-negara lain, Turki telah menunjukkan solidaritas yang besar selama periode pandemi.
Dia mengatakan perusahaan Turki tidak tutup sepenuhnya dalam proses ini dan berhasil melindungi bisnis dan karyawan mereka.
Olpak mengatakan selama pandemi yang membutuhkan perjuangan jangka panjang ini, tidak mungkin mendapatkan hasil dengan menghentikan semuanya.
"Kami tidak menghentikan roda ekonomi dengan dukungan dan penundaan," lanjut dia.