Hayatı Nupus
04 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
Mumin Altas dan Sarp Ozer
HATAY
Menteri Pertahanan Turki tiba di perbatasan Suriah pada Senin, setelah serangan mematikan rezim Assad terhadap pasukan Turki di Idlib, barat laut Suriah.
Hulusi Akar datang seusai menemani presiden dalam kunjungan resmi ke Ukraina karena serangan penembakan, yang mengakibatkan enam personel tentara Turki menjadi martir dan setidaknya tujuh terluka.
Serangan mematikan itu terjadi pada waktu yang sensitif bagi Idlib, wilayah yang diduga berada di bawah gencatan senjata yang mengakibatkan ratusan ribu warga sipil melarikan diri karena serangan tanpa henti oleh rezim Assad dan sekutunya.
Akar bertemu dengan Kepala Staf Umum Jenderal Yasar Guler, Komandan Pasukan Angkatan Darat Jenderal Umit Dundar dan Komandan Angkatan Udara Jenderal Hasan Kucukakyuz di dekat perbatasan untuk membahas operasi Turki dan situasi keamanan di sana.
September 2018 lalu Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun rezim Suriah dan sekutunya, secara konsisten melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata—termasuk kesepakatan gencatan senjata baru pada 12 Januari—dengan meluncurkan serangan di dalam zona itu, yang menewaskan sedikitnya 1.300 warga sipil.
Lebih dari 1 juta warga Suriah mengungsi ke dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir, termasuk puluhan ribu pada bulan lalu.
Turki menjadi negara dengan pengungsi terbanyak di dunia, menampung lebih dari 3,7 juta migran, sejak perang saudara di Suriah dimulai pada 2011.