MADRID
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Senin mengatakan bahwa hubungan bilateral negaranya dengan Turki terus tumbuh seiring dengan meningkatnya hubungan ekonomi dan sosial mereka selama dua dekade terakhir.
Berbicara pada konferensi pers di ibu kota Madrid, Albares menjelaskan pertemuan puncak bilateral yang diadakan pada Desember di mana kedua belah pihak menekankan "kemitraan komprehensif" mereka.
KTT ini bukan langkah maju yang tiba-tiba, tetapi kelanjutan dari hubungan yang sudah ada, kata Albares.
Menteri tersebut menggarisbawahi bahwa kedua negara memiliki berbagai kesamaan karena mereka adalah bagian dari wilayah Mediterania, sementara juga menjadi sekutu NATO dan salah satu pendiri Aliansi Peradaban PBB.
Dia lebih lanjut mencatat bahwa minat perusahaan Spanyol terhadap Turki telah tumbuh dan investasi Spanyol di sana telah meningkat lebih dari sepuluh kali lipat selama dua dekade terakhir, sementara masyarakat mereka semakin dekat dalam prosesnya.
Krisis Rusia dan Ukraina
Albares menggarisbawahi perlunya de-eskalasi di perbatasan Ukraina-Rusia dan kelanjutan dialog, menekankan bahwa konflik militer dapat dihindari.
Dia juga mengatakan bahwa Uni Eropa (UE) telah dibangun sebagai sarana resolusi konflik untuk mencegah perang dan eskalasi militer, yang akan menjadi langkah mundur besar bagi Eropa.
Rusia baru-baru ini mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer lain terhadap tetangga bekas Sovietnya.
Moskow membantah sedang bersiap untuk menyerang dan mengatakan pasukannya ada di sana untuk latihan.
Kremlin juga mengeluarkan daftar tuntutan keamanan dari Barat, termasuk penghentian penempatan pasukan ke beberapa negara bekas Soviet, dan jaminan bahwa Ukraina dan Georgia tidak akan bergabung dengan NATO.
Bulan lalu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa sekutu siap bertemu dengan Rusia untuk mengatasi masalah yang diangkat oleh Moskow, tetapi juga menggarisbawahi bahwa NATO "tidak akan berkompromi pada prinsip-prinsip dasar yang menjadi sandaran keamanan Euro-Atlantik.