Muhammad Abdullah Azzam
19 Januari 2021•Update: 19 Januari 2021
Sena Guler, Merve Berker
ANKARA
Turki pada Senin melaporkan lebih dari 5.800 kasus virus korona, angka tersebut turun dari 6.436 pada hari sebelumnya.
Sebanyak 5.862 kasus, termasuk 749 pasien bergejala, dikonfirmasi di seluruh negeri, menurut data dari Kementerian Kesehatan Turki.
Jumlah kasus infeksi di Turki secara keseluruhan lebih dari 2,39 juta, sedangkan jumlah kematian secara nasional mencapai 24.161 jiwa, di mana 164 kematian di antaranya dilaporkan selama sehari terakhir.
Sebanyak 7.905 lebih pasien pulih di negara itu, sehingga totalnya melebihi 2,27 juta.
Lebih dari 27,52 juta tes Covid-19 telah dilakukan di negara itu hingga saat ini, dengan 151.342 tes di antaranya telah dilakukan selama 24 jam terakhir.
Angka terakhir itu menunjukkan bahwa jumlah pengidap Covid-19 yang dalam kondisi kritis turun menjadi 2.183 orang.
Pada Kamis, Turki memulai kampanye program vaksinasi massal untuk para petugas kesehatan. Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pejabat tinggi lainnya juga divaksinasi.
Hingga Senin ini, lebih dari 820.000 petugas kesehatan di negara itu telah menerima dosis vaksin pertama, menurut laporan Kementerian Kesehatan.
Pada Rabu lalu, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca menjadi orang pertama di negara itu yang menerima suntikan vaksin dari China setelah otoritas Turki menyetujui penggunaan darurat untuk CoronaVac.
Tahap pertama dari 3 juta dosis vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac tiba di Turki pada 30 Desember lalu.
Sejak bulan lalu, Turki memberlakukan jam malam pada malam hari dan lockdown selama akhir pekan sebagai bagian dari upayanya untuk mengekang penyebaran virus.
Sejak Desember 2019, pandemi Covid-19 merenggut lebih dari 2,03 juta jiwa di 191 negara dan wilayah.
Lebih dari 95,17 juta kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan pemulihan sekarang lebih dari 52,45 juta, menurut angka yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins AS.