ANKARA
Badan Intelijen Nasional Turki memberikan pukulan telak terhadap kelompok teror Daesh/ISIS dalam tiga tahun terakhir, yang mana anggota senior ditangkap dan rencana teroris digagalkan oleh pasukan keamanan.
Dalam berbagai operasi anti-teror di dalam dan luar negeri antara Februari 2019 dan April 2022, intelijen Turki menangkap beberapa teroris senior dan buronan Daesh/ISIS.
Kasim Guler, dengan nama samaran Abu Usame al Turki, didatangkan ke Turki setelah dia ditangkap dalam operasi yang dipimpin oleh intelijen Turki di Suriah pada 15 Juni 2021.
Guler, yang bertanggung jawab atas kegiatan teroris di Turki dan tercatat dalam kategori merah daftar teroris yang dicari Kementerian Dalam Negeri, ditahan oleh pengadilan Turki.
Dua teroris Daesh/ISIS, Orhan Moran dan Mustafa Kilicli, ditangkap di Suriah dan dibawa kembali ke Turki pada 18 April.
Keduanya kemudian mengakui bahwa mereka merencanakan serangan di Turki dan terhadap militer Turki di Suriah.
Dalam operasi gabungan oleh polisi dan intelijen, seorang teroris senior Daesh/ISIS ditangkap di ibu kota Turki, Ankara, pada 24 Februari 2021.
Teroris ini adalah mantan perwira militer Irak dan menjadi operasi senior kelompok teror di provinsi Mosul utara.
Pihak berwenang menangkap empat tersangka yang terkait dengan kelompok teroris di kota Bursa pada 17 Februari 2019.
Di antara tersangka adalah dua wanita yang dicari oleh Interpol dengan peringatan "merah" dan "biru".
Secara terpisah, intelijen dan pasukan keamanan Turki melakukan operasi simultan untuk menghancurkan jaringan keuangan dan logistik kelompok teror di Turki.
Mahmud Jabran berkebangsaan Tunisia, Mohammed Mehdi Aldine Lebanon, dan Husam Elhumeydi Suriah, dengan nama sandi Refik, masing-masing ditangkap di Istanbul, Ankara dan provinsi Mersin.
Pada 2 Mei 2021, direktorat lokal unit polisi intelijen dan anti-teror di Istanbul menahan seorang tersangka teror yang ditemukan terkait dengan Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin Daesh/ISIS yang dibunuh dalam sebuah operasi. Tersangka kemudian ditahan oleh pengadilan Turki.
Pada 2013, Turki menjadi salah satu negara pertama yang mendeklarasikan Daesh/ISIS sebagai kelompok teroris.
Negara ini telah diserang oleh kelompok teror beberapa kali, dengan lebih dari 300 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam setidaknya 10 bom bunuh diri, tujuh serangan bom, dan empat serangan bersenjata.
Sebagai tanggapan, Turki meluncurkan operasi anti-teror di dalam dan luar negeri untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Puluhan teroris senior PKK dikalahkan di luar negeri
Sementara itu, Badan Intelijen Turki "melumpuhkan" 82 teroris senior PKK selama operasi anti-teror lintas batas dari 1 Januari hingga 25 Juli 2019. Selain itu, delapan tokoh senior kelompok teror itu ditangkap dan dibawa kembali ke Turki.
Cimsit Demir, dengan nama sandi Piro Karker, dicari oleh Interpol dengan red notice, ditangkap di Irak utara dan dibawa ke Turki pada tahun 2021.
Halef El Muhammed, dengan nama kode Sofi Nurettin, Ulas Dogan, dengan nama kode Ulas Dersim, dan Ozcan Yildiz, dengan nama kode dokter Rodi, termasuk di antara teroris senior yang dilumpuhkan di Irak utara pada tahun 2021.
Daftar buronan dibagi menjadi lima kategori kode warna, di mana merah sebagai yang paling dicari, diikuti oleh biru, hijau, oranye, dan abu-abu.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.