Muhammad Abdullah Azzam
06 Desember 2019•Update: 07 Desember 2019
Ahmet Gurhan Kartal
CAMBRIDGE, Inggris
Seorang Muslim tak akan pernah bisa menjadi teroris dan Islam tidak akan membuat seseorang menjadi teroris, ungkap presiden Turki pada Kamis.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menekankan para anggota Daesh/ISIS tak ada hubungannya dengan Islam dan mereka bukan dari “kita” (umat Islam)”.
Dalam agama Islam, membantai orang yang tidak bersalah sama dengan membantai semua manusia.
Tidak ada teroris Muslim dan tidak ada teroris dari agama Islam, tegas Presiden Turki.
Erdogan mengatakan rasisme, diskriminasi, dan Islamofobia telah menyebar seperti racun di negara-negara yang dulu dipandang sebagai tempat lahirnya demokrasi.
Dia menghadiri acara peresmian Masjid Jami Cambridge bersama ibu negara Emine Erdogan dan sejumlah pejabat tinggi Turki.
Presiden Erdogan berkunjung ke daerah Cambridgeshire dari London untuk menghadiri upacara peresmian masjid tersebut. Pada awal minggu ini telah menghadiri serangkaian acara KTT para pemimpin NATO di ibu kota Inggris.
Erdogan mengatakan hampir setiap hari para Muslim dan orang asing di dunia menjadi sasaran serangan rasis dan fasis.
"Dalam serangan Islamofobia, wanita Muslim dihina hanya karena mereka mengenakan jilbab, selain itu warga Yahudi, orang kulit hitam dan siapa pun yang terlihat berbeda juga berpotensi menjadi sasaran serangan yang sama,” ujar Erdogan.
Terutama serangan terhadap tempat-tempat ibadah telah mencapai "dimensi yang jauh dari batas normal”, tambah Erdogan.
Seperti serangan masjid di Selandia Baru, serangan gereja di Sri Lanka dan sinagoge di AS, lanjut dia.
Erdogan berkata, "Ratusan orang tak berdosa tewas dan puluhan dari mereka terluka dalam serangan itu."
"Jika tempat-tempat ibadah dibakar, dibom dan warga sipil di sana menjadi korban, maka lonceng alarm berbunyi untuk kemanusiaan."
Erdogan menegaskan bahwa Turki mengakui terorisme sebagai musuh bersama umat manusia.
“Anda tidak bisa menyatukan istilah teror dengan Islam. Jika Anda terus melakukannya, maka kami akan mengutuk Anda,” tambah dia.
Pemimpin Turki menegaskan seorang Muslim tidak akan bisa menjadi teroris; Islam tidak menghasilkan teroris.
Presiden Erdogan mengatakan Turki telah berperang melawan Daesh/ ISIS lebih banyak ketimbang negara lain, dia mencatat 3.000 teroris dikalahkan hanya di kota Al Bab, Suriah.
Erdogan mengatakan dia menolak upaya membeda-bedakan teroris antara "baik atau buruk" dan semua teroris Daesh, FETO, PKK/YPG, bahkan Neo-Nazi pun adalah "vampir haus darah".