Maria Elisa Hospita
06 Desember 2019•Update: 09 Desember 2019
Emin Avundukluoglu and Hacer Baser
ANKARA
Parlemen Turki meratifikasi pakta yang baru-baru ini ditandatangani antara Turki dan Libya untuk menetapkan batas maritim kedua negara di timur Mediterania.
Pada 27 November, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli, Libya, menandatangani memorandum bilateral dengan Turki.
Memorandum tersebut menegaskan hak-hak Turki di Mediterania Timur dalam menghadapi pengeboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani.
Dalam memorandum itu juga disebutkan bahwa Republik Turki Siprus Utara (TRNC) juga berhak atas sumber daya di daerah tersebut.
Setelah disahkan di parlemen, dipublikasikan dalam Lembaran Berita Resmi, dan ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, memorandum tersebut sudah resmi berlaku.
Kemudian pada Kamis, GNA juga meratifikasi pakta tersebut dan memerintahkan pihak berwenang terkait untuk mempublikasikannya dalam Lembaran Resmi negaranya.
Sejak 2011, ketika Muammar Khaddafi digulingkan dari kekuasaannya dan dibunuh, muncul dua kursi kekuasaan di Libya yang saling bersaing.