Agnes Szucs
30 Desember 2021•Update: 31 Desember 2021
BRUSSELS
Turki menyerahkan pimpinan pasukan militer dengan kesiapan tertinggi NATO ke Prancis pada Sabtu, ungkap aliansi militer NATO pada Rabu.
Prancis akan mengambil alih kepemimpinan Pasukan Gabungan Kesiapan Sangat Tinggi (VJTF) mulai 1 Januari 2022, kata NATO dalam sebuah pernyataan pers.
“Satuan Tugas Gabungan Kesiapan Sangat Tinggi adalah kontribusi substansial bagi pertahanan kolektif kami, dan kepemimpinan Prancis menunjukkan komitmen dan kemampuan yang kuat,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
"Pada saat tantangan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak boleh ada kesalahpahaman tentang tekad NATO: Kami berdiri bersama untuk membela dan melindungi semua sekutu," tambah Stoltenberg.
VJTF adalah elemen kesiapan tertinggi dari 40.000 pasukan respons NATO yang memungkinkan pasukan dikerahkan dalam beberapa hari.
Komando itu dibuat pada 2014 sebagai tanggapan atas agresi Rusia terhadap Ukraina dan krisis di Timur Tengah.
Kepemimpinan kekuatan kesiapan tinggi berputar antar negara anggota aliansi setiap tahun, dan beberapa negara menyediakan pasukan untuk pasukan multinasional.
Pada 2022, brigade Prancis-Jerman yang berkekuatan 3.500 personel akan menjadi inti dari VJTF, sementara Polandia, Spanyol, dan Portugal juga akan bergabung dengan pasukan.
Turki mengambil alih komando tersebut pada 2021 dan Jerman akan mengambil alih dari Prancis pada 2023.