Regional

Vietnam dan Jerman dorong solusi damai di Laut China Selatan

“Merkel sangat menghargai peran penting Indo-Pasifik di dunia abad ke-21,” tulis Vietnam News Agency

Pizaro Gozali Idrus   | 16.09.2020
Vietnam dan Jerman dorong solusi damai di Laut China Selatan Ilustrasi: Kanselir Jerman Angle Merkel. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyễn Xuân Phúc untuk mendorong stabilitas di Laut China Selatan

“Kedua pemimpin menyoroti pentingnya menyelesaikan sengketa di Laut Cina Selatan dengan cara damai, berdasarkan hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982,” tulis media pemerintah Vietnam News Agency pada Rabu.

Merkel dan Phuc juga mendorong upaya menegakkan perdamaian, stabilitas, keamanan, keselamatan, dan mempromosikan kebebasan navigasi dan penerbangan di wilayah Laut China Selatan.

Merkel melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyễn Xuân Phúc untuk merayakan 45 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Merkel juga berharap Vietnam menjadi jembatan untuk menghubungkan Jerman dan Indo-Pasifik karena negara Eropa itu ingin terlibat lebih dalam dengan kawasan.

“Merkel sangat menghargai peran penting Indo-Pasifik di dunia abad ke-21,” tulis Vietnam News Agency.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam rangkaian pertemuan Asean Ministerial Meeting (AMM) ke-53 menyampaikan kekhawatiran mengenai meningkatnya tensi dan rivalitas negara besar di ASEAN.

Menurut dia, situasi akan berdampak pada perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan kawasan.

"Yang lebih mengkhawatirkan, negara lain sering terjebak di tengah dan dipaksa untuk memilih," kata Menteri Retno.

Sebelumnya, persaingan antar dua negara besar yakni Amerika Serikat-China terus memanas dalam isu wilayah Laut China Selatan.

Kondisi ini kian memanas usai Amerika Serikat pada Agustus lalu memasukkan 24 perusahaan China ke dalam daftar hitam dan menargetkan individu yang dikatakannya sebagai bagian dari konstruksi dan tindakan militer di Laut China Selatan.

Tindakan ini merupakan sanksi pertama terhadap Beijing atas perselisihan jalur perairan strategis.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.