Muhammad Nazarudin Latief
25 Maret 2019•Update: 25 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pengadilan Johor Bahru menuntut seorang pengemudi truk dan dua direktur perusahaan karena bersekongkol dalam pembuangan limbah terjadwal, yaitu limbah minyak dan lumpur, ke sungai Kim Kim di Pasir Gudang pada 7 Maret.
Bernama melansir, ketiga orang itu adalah N.Maridass, 35, Wang Jing Chao, 34, dan Yap Yoke Liang, 36, yang mengaku tidak bersalah ketika dakwaan dibacakan kepada mereka di hadapan Hakim Jailani Rahman.
Sungai Kim Kim tercemar limbah kimia yang menyebabkan warga dilarikan ke rumah sakit dan sekolah-sekolah ditutup.
Maridass, yang merupakan pengemudi truk di sebuah perusahaan pengolahan ban bekas, dituduh membuang limbah yang dijadwalkan ke sungai menggunakan truk Mitsubishi dan tangki semi-trailer.
Pembuangan limbah dilakukan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Direktur Jenderal Kualitas Lingkungan.
Sementara itu, Wang dan Yap, yang merupakan direktur perusahaan, dituduh bersekongkol dengan Maridass dalam membuang limbah yang dijadwalkan ke sungai menggunakan kendaraan yang sama.
Mereka dituduh melakukan pelanggaran di lokasi proyek pelebaran jembatan Sg Kim Kim antara pukul 12.01 dan 1 pagi pada 7 Maret.
Maridass didakwa berdasarkan Bagian 34B (1) (a) Undang-Undang Kualitas Lingkungan 1974, membaca bersama dengan Bagian 34 B (4) dari Undang-Undang yang sama, yang membawa hukuman penjara maksimum lima tahun dan denda RM500.000 setelah dijatuhi hukuman. .
Wang dan Yap, di sisi lain, didakwa berdasarkan Bagian 34B (1) (a) Undang-Undang Kualitas Lingkungan 1974, membaca bersama dengan Bagian 42 dari Undang-undang yang sama, yang juga membawa hukuman penjara maksimum lima tahun dan denda RM500.000 setelah dihukum.
Pengadilan mengizinkan jaminan Maridass sebesar RM100.000 dengan satu jaminan dan Yap, RM250.000 dengan satu jaminan.
Wang, yang merupakan warga negara Singapura, ditolak dengan jaminan.
Sementara itu, Wang, Yap dan direktur perusahaan lainnya, diperkirakan akan didakwa dengan 15 tuduhan lain yang berkaitan dengan polusi kimia di Sg Kim Kim, besok.