Hayati Nupus
09 September 2020•Update: 11 September 2020
JAKARTA
Singapura menerima 14 pengunjung pertama, menyusul pembukaan kembali perbatasan negara bagi Selandia Baru dan Brunei.
Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengatakan lima pengunjung itu berasal dari Brunei sedang sembilan lainnya dari Selandia Baru, kutip the Straits Times.
Sejak pekan lalu, Singapura menerima aplikasi kunjungan dari kedua negara yang dianggap telah dapat mengendalikan pandemi dengan baik dan memiliki risiko impor Covid-19 rendah.
Aplikasi itu tak hanya untuk keperluan bisnis dan perjalanan dinas di tengah pandemi, melainkan juga rekreasi.
Hingga saat ini pemerintah Singapura telah menyetujui kunjungan 59 pelancong dari Brunei dan 77 dari Selandia Baru.
Menteri Transportasi Ong Ye Kung mengatakan pembukaan perbatasan untuk Brunei dan Selandia Baru adalah langkah “kecil dan hati-hati” demi menghidupkan kembali Bandara Changi.
Singapura menyediakan dua penerbangan dari Brunei dengan total 500 penumpang setiap pekan.
Sedang dari Selandia Baru, ada empat penerbangan dengan kapasitas 1.200 penumpang setiap pekan.
Pelancong harus melakukan tes usap begitu tiba di negara itu dan dapat beraktivitas setelah beroleh hasil negatif.
Meski begitu, pemerintah Selandia Baru menyarankan agar warganya tidak bepergian ke luar negeri selama masa pandemi.
Begitu pula, pemerintah Brunei melarang warganya, khususnya penduduk tetap dan pemegang visa jangka panjang, bepergian ke luar negeri, kecuali untuk tujuan khusus seperti perawatan medis.