Regional

Polisi Filipina minta Facebook keluarkan daftar akun hoaks

Juru bicara PNP Kolonel Ysmael Yu mengatakan Anti-Cybercrime Group (ACG) telah berkoordinasi dengan Facebook agar mereka dapat melakukan penyelidikan sendiri

Pizaro Gozali Idrus   | 01.10.2020
Polisi Filipina minta Facebook keluarkan daftar akun hoaks Ilustrasi (Foto file- Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA 

Kepolisian Nasional Filipina telah meminta Facebook untuk memberikan daftar akun palsu yang dihapus akun media sosial itu karena diduga melakukan kegiatan terkoordinasi untuk menyesatkan publik, lansir Philstar pada Kamis.

Juru bicara PNP Kolonel Ysmael Yu mengatakan Anti-Cybercrime Group (ACG) dan Information Technology Management Service (ITMS) telah berkoordinasi dengan Facebook agar mereka dapat melakukan penyelidikan sendiri.

“Kami masih menunggu tanggapan dari mereka,” kata Ysmael Yu.

Menurut Yu, mereka ingin mencari tahu siapa di balik akun palsu tersebut.

Facebook menonaktifkan setidaknya 57 akun, 31 halaman, dan 20 akun Instagram yang diduga dijalankan oleh polisi dan militer karena menunjukkan coordinated inauthentic behavior atau perilaku tidak otentik yang terkoordinasi.

Perilaku tidak autentik yang terkoordinasi didefinisikan sebagai penggunaan beberapa akun, halaman, dan grup untuk menyesatkan orang.

Tindakan ini merupakan suatu aktivitas yang dilarang menurut pedoman Facebook.

Yu mengatakan polisi akan mengikuti keputusan Facebook untuk membersihkan akun yang dinilai menyebarkan kebohongan.

“Kami menghormati keputusan Facebook,” kata dia.

Sementara itu, para orang tua yang tergabung dalam Hands-Off Our Children berterima kasih kepada Duterte karena telah menghubungi Facebook yang menghapus akun grup FB mereka.

Grup FB ini awalnya bernama "Always Victorious" yang dibuat di Facebook pada 2018 sebelum diubah namanya menjadi "Hands Off Our Children" pada Rabu pekan lalu, sehari setelah penghapusan Facebook 22 September.

Grup itu rajin memposting video dan foto anti-komunisme, khususnya bagaimana kelompok kiri menargetkan dan merekrut anak-anak.

Para orang tua menekankan kelompok mereka memiliki tujuan yang legal yaitu mencegah pemberontak komunis merekrut anak-anak.

Malacañang telah memberikan jaminan pemerintah tidak berniat menutup Facebook di Filipina.

Angkatan Bersenjata Filipina pun menanyakan apakah Facebook dapat memulihkan halaman "Hands of Our Children".

Pasalnya, laman advokasi tersebut merupakan sesuatu yang dibagikan dan didukung oleh militer.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın