Regional

Perundingan damai Thailand selatan kembali berlanjut di Kuala Lumpur

Sekretaris Proses Negosiasi Perdamaian Thailand Selatan Thira Daewa mengatakan tiga hal yang disepakati di meja perundingan

Pizaro Gozali Idrus   | 13.01.2022
Perundingan damai Thailand selatan kembali berlanjut di Kuala Lumpur Tentara Thailand. (Foto file - Anadolu Agency)

JAKARTA

Perundingan damai di Thailand selatan yang sempat tertunda hampir dua tahun akibat pandemi Covid-19, kembali dilanjutkan secara tatap muka untuk pertama kalinya di Kuala Lumpur, lansir Bernama pada Rabu malam.

Kepala perunding Wanlop Rugsanaoh dan kelompok bersenjata paling berpengaruh di Thailand selatan, Barisan Revolusi Nasional (BRN) yang dipimpin oleh Anas Abdulrahman, menghadiri pertemuan kelompok kerja dengan pembicaraan damai Thailand selatan.

Turut hadir dalam pertemuan dua hari ini adalah mantan Inspektur Jenderal Polisi Rahim Mohd Noor yang bertindak sebagai fasilitator.

Sekretaris Proses Negosiasi Perdamaian Thailand Selatan Thira Daewa mengatakan tiga hal yang disepakati di meja perundingan, yaitu mengurangi kekerasan di lapangan, keterlibatan bersama sayap politik dan mekanisme diskusi di lapangan.

"Ini akan menjadi arah proses negosiasi perdamaian selanjutnya," kata Thira.

Perundingan damai antara BRN dan pemerintah Thailand yang difasilitasi Malaysia pertama kali diluncurkan pada 20 Januari 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam perundingan ini, Thailand menunjuk Thailand Wanlop Rugsanaoh sebagai kepala negosiasi perdamaian, sedangkan Malaysia melantik mantan kepala polisi Abdul Rahim bin Mohd Noor sebagai fasilitator Malaysia untuk perundingan damai di Thailand selatan sejak 2018.

Dalam situasi pandemi Covid-19, BRN pada 3 April 2020 telah menyatakan penghentian semua tindakan di lapangan guna menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perdamaian.

Setelah itu, perundingan tatap muka terpaksa ditunda karena merebaknya pandemi Covid-19.

Kedua pihak sepakat memulai kembali perundingan pada 3 Februari 2021 lalu secara daring atau online.

Menurut lembaga pemantau Deepsouthwatch (DSW), sejak awal Januari 2004 hingga November 2021, sebanyak 7.305 jiwa meninggal dunia dan 13.563 orang mengalami luka-luka akibat kekerasan yang berlangsung di Thailand Selatan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın