Pizaro Gozali Idrus
16 April 2020•Update: 17 April 2020
JAKARTA
Pemerintah Bangsamoro, melalui bantuan mitra lembaga swadaya masyarakat (LSM), berkomitmen untuk mengatasi kekurangan ventilator di rumah sakit.
Ventilator adalah mesin yang diperlukan untuk merawat pasien Covid-19 yang menderita pneumonia atau Sindrom Respiratory Distress Syndrome (ARDS) akut.
Namun, Menteri Kesehatan Daerah Otonomi Bangsamoro Muslim Mindanao (BARMM) Saffrullah Dipatuan menyampaikan pemerintahnya hanya memiliki 3 ventilator di seluruh wilayah.
Dipatuan menyatakan hanya rumah sakit yang memiliki Unit Perawatan Intensif (ICU) yang dapat memiliki ventilator.
“Ini semua ada di Rumah Sakit Provinsi Maguindanao," ujar Dipatuan dalam konferensi persnya pada Rabu.
Untuk mengatasi hal ini, Dipatuan mengatakan 15 lebih banyak ventilator diharapkan dipasang di rumah sakit tersebut dan rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya di wilayah tersebut melalui bantuan Badan Pembangunan PBB atau UNDP.
Sementara itu, Pemerintah Bangsamoro sedang mempelajari semua kemungkinan mendirikan lebih banyak laboratorium rujukan untuk mempercepat identifikasi kasus Covid-19.
Dipatuan mengatakan bahwa kementerian saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum BARMM untuk kemungkinan membangun laboratorium Covid-19 di wilayah tersebut.
Dipatuan mengatakan bahwa kementerian saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (MPW-BARMM) untuk kemungkinan membangun laboratorium pengujian COVID-19 di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, wilayah Bangsamoro memiliki 8.809 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 7.268 orang menyelesaikan isolasi mandiri secara ketat. karantina rumah yang ketat.
Sementara 264 warga telah dinyatakan Pasien Dalam Pemantauan (PDP), dengan hanya 64 orang menjalani isolasi mandiri.
Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 8 orang.
Dipatuan memperingatkan masyarakat tentang kemungkinan infeksi gelombang kedua jika masyarakat tidak menaati aturan social distancing.
Kementerian Kesehatan terus-menerus mengingatkan warga BARMM untuk waspada dalam masa kritis ini dan terus berlatih menjaga jarak sosial, rajis mencuci tangan, dan mengikuti pedoman pemerintah.