Regional

Pekerja medis Singapura menerima suntikan kedua vaksin Covid-19

Sejauh ini efek samping hanya nyeri di lengan tempat suntikan yang hilang dalam beberapa hari, ujar pekerja medis

Hayati Nupus   | 21.01.2021
Pekerja medis Singapura menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pekerja medis di National Center of Infectious Diseases (NCID) Singapura menerima suntikan kedua vaksin Covid-19 pada pekan ini.

Direktur eksekutif NCID Prof Leo Yee Sin mengatakan dari total 40 pekerja medis, ada satu yang tidak dapat menerima dosis kedua karena alasan medis yang tidak terkait dengan vaksin.

“Prosesnya masih berlangsung, dan sejauh ini peningkatannya cukup menggembirakan,” ujar Leo, kutip Channel News Asia, pada Kamis.

Seluruh pekerja medis itu menerima suntikan kedua pada Selasa dan Rabu, sekitar 21 hari sejak dosis vaksinasi dimulai pada 30 Desember lalu.

Sejauh ini, tidak ada efek samping serius yang dilaporkan seluruh staf penerima dosis pertama tersebut.

Dampak yang terasa hanya sebatas nyeri di lengan tempat suntikan yang hilang dalam beberapa hari.

Orang pertama yang disuntikkan vaksin Covid-19 di Singapura adalah Sarah Lim, perawat senior NCID.

Sarah mengaku merasa nyeri ketika vaksin itu disuntikkan namun secara umum semuanya baik-baik saja dan aktivitas hariannya tidak terganggu.

“Tidak ada yang perlu ditakuti, dan saya adalah bukti hidup bahwa vaksin tanpa efek samping setelah 30 menit pengamatan,” kata dia.

Singapura mulai melaksanakan program vaksinasi Covid-19 pada 30 Desember lalu, dengan menyuntikkan puluhan pekerja medis NCID.

Suntikan pertama juga telah diberikan kepada Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat.

Sementara vaksinasi untuk masyarakat umum akan dimulai pada bulan depan.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın