Regional

Muslim ASEAN mulai jalani puasa Ramadan

Di Malaysia, warga menyambut Ramadan secara suka cita karena dapat kembali melakukan salat tarawih berjamaah di masjid-masjid

Pizaro Gozali Idrus   | 13.04.2021
Muslim ASEAN mulai jalani puasa Ramadan Muslim Malaysia melakukan salat tarawih pada malam pertama Ramadhan di sebuah masjid di Selangor pada 12 April 2021. ( Farid Bin Tajuddin - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Warga Muslim di Asia Tenggara mulai menjalani hari pertama puasa pada Selasa menyusul keputusan pemerintah.

Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa setelah menggelar sidang isbat.

“Keputusan sidang Isbat tadi tanpa ada perdebatan kami menetapkan bahwa 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021, bertepatan dengan hari Selasa,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sidang virtual pada Senin.

Umat Muslim di Malaysia juga memulai puasa Ramadhan pada Selasa mengikuti keputusan Yang di-Pertuan Agong.

Sementara itu, Sheikhul Islam Office, badan resmi Muslim Thailand, juga mengumumkan awal Ramadan pada Selasa.

Otoritas Filipina dan Singapura juga menyampaikan awal puasa pada Selasa.

Pada Ramadan kali ini, sejumlah warga di negara-negara Asia Tenggara mengaku mulai dapat beradaptasi dengan protokol kesehatan selama pandemi seperti menjaga jarak, memakai masker, dan menghindari kerumunan.

“Ini tahun kedua bulan Ramadhan di masa pandemi, jadi kita sudah bisa beradaptasi, apalagi zona Covid-19 juga sudah menurun di beberapa wilayah, sehingga kadar kekhawatiran pun berbeda dibanding Ramadan tahun lalu,” kata Muhammad Nashir, warga Surabaya kepada Anadolu Agency pada Selasa.

Saat menjalani puasa saat ini, Nasir mengatakan kini lebih banyak mengakses kajian online karena sejumlah kegiatan bulan Ramadan dilakukan secara virtual.

“Cara ini lebih mudah karena dirinya tidak perlu hadir langsung ke tempat kajian,” ucap Nashir.

Di Malaysia, warga menyambut Ramadan secara suka cita karena dapat kembali melakukan salat tarawih berjamaah di masjid-masjid, walau tetap dengan menjaga jarak dan membatasi jumlah jamaah.

“Saya amat gembira sekali dan bersyukur karena umat Islam dapat menjalani ibadah puasa seperti biasa lazimnya walaupun ada keterbatasan akibat pandemi dengan mengikut aturan baru demi mengantisipasi Covid-19,” kata Shamsul Kamal Idris Al-Banjary kepada Anadolu Agency pada Selasa di Kuala Lumpur.

Dengan aturan ini, kata Shamsul, makanan berbuka dan jamuan makan setelah salat tarawih di masjid-masjid tidak mubazir karena jamaahnya kini dibatasi.

“Umat Islam jadi lebih disiplin,” kata Shamsul.

Sejauh ini negara-negara Asia Tenggara mencatat lebih dari 3 juta kasus Covid-19, dengan lebih dari 62 ribu kematian.

Indonesia menjadi negara paling terdampak dengan lebih dari 1,57 juta kasus dan hampir mencapai 43 ribu kematian.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın