Hayati Nupus
21 April 2019•Update: 22 April 2019
Dilrukshi Handunnetti
KOLOMBO, Sri Lanka
Setidaknya 138 orang tewas dalam beberapa ledakan yang menargetkan gereja dan hotel di ibu kota Kolombo, Sri Lanka, ujar sumber kepolisian dan rumah sakit.
Ledakan menargetkan tiga gereja dan tiga hotel ketika jemaah tengah menggelar Minggu Paskah, juga melukai 402 orang lainnya, ujar Direktur Rumah Sakit Nasional Kolombo Anil Jasinghe kepada Anadolu Agency.
Dia mengatakan bahwa sebagian besar korban terluka tengah dirawat di Rumah Sakit Nasional Kolombo dan sebagian lainnya di rumah sakit Kolombo Selatan.
Sumber dari departemen kepolisian Sri Lanka, yang berbicara kepada Anadolu Agency dengan syarat anonimitas, mengkonfirmasi ledakan dan korban itu.
Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menggelar pertemuan dewan keamanan darurat dan membahas langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan.
Sementara itu, Daily News yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa gereja-gereja di Kota Kochchikade, Negombo dan Batticaloa serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand dan Shangri La yang berlokasi di ibu kota Kolombo terkena serangan bom.
Otoritas mengerahkan pasukan polisi khusus di Bandara Internasional Bandaranaike, Kolombo, setelah ledakan.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Menteri Keuangan Mangala Samaraweera mengatakan dalam unggahan di Twitternya bahwa serangan itu, “upaya terkoordinasi dengan baik untuk menciptakan pembunuhan, kekacauan & anarki."
*Ali Murat Alhas berkontribusi dalam laporan ini dari Ankara