Regional

Kematian Covid-19 di Kamboja capai 1.350 kasus

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menginstruksikan pemberlakuan jam malam selama 29 Juli hingga 12 Agustus

Pizaro Gozali Idrus   | 29.07.2021
Kematian Covid-19 di Kamboja capai 1.350 kasus ILUSTRASI. Jenazah korban virus korona di krematorium di New Delhi, India pada 21 Mei 2021. ( Imtiyaz Khan  - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA 

Kementerian Kesehatan Kamboja pada Kamis melaporkan 11 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Dengan penambahan data ini, total jumlah pasien meninggal di negara itu mencapai 1.350 orang.

Selain itu, Kamboja juga mengumumkan 765 kasus baru Covid-19.

Dengan tambahan data ini, kasus Covid-9 di Kamboja mencapai 75.917.

Kamboja juga mencatat 694 kasus pasien sembuh dari Covid-19.

Total kepulihan di negara itu menjadi 68.368.

Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen menginstruksikan otoritas di seluruh daerah menegakkan aturan Covid-19 secara ketat, termasuk pemberlakuan jam malam, selama 29 Juli hingga 12 Agustus.

Kebijakan itu diambil guna membendung kasus Covid-19 varian Delta yang lebih menular.

“Tetapkan jam malam dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi di sebagian atau seluruh wilayah di bawah yurisdiksi Anda, terutama di Phnom Penh, kota provinsi atau daerah perkotaan,” kata Hun Sen dalam keterangannya, Rabu malam.

PM Hun Sen juga menyarankan pemerintah daerah melakukan lebih banyak tes rapid antigen di wilayahnya secara gratis.

Instruksi ini dikeluarkan setelah Hun Sen mengamanatkan lockdown di delapan provinsi yang berbatasan dengan Thailand selama 29 Juli-12 Agustus demi mencegah penyebaran varian Delta.

Kedelapan daerah tersebut yakni Koh Kong, Pursat, Battambang, Pailin, Banteay Meanchey, Oddar Meanchey, Preah Vihear, dan Siem Reap.

“Area lockdown dapat ditetapkan sebagai zona merah, kuning atau oranye tergantung risiko penularan. Penetapannya akan ditentukan oleh masing-masing pemerintah provinsi,” ujar dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın