Pizaro Gozali İdrus
24 April 2019•Update: 24 April 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) memprediksi 40.000 tewas jika gempa berkekuatan 6,5 hingga 7,2 Magnitudo menghantam Metro Manila dan Manila Raya, lansir Inquirer pada Selasa.
Prediksi itu mengutip laporan Proyek Analisis Risiko 2014 yang disusun Ishmael Narag, petugas pengamatan seismologi Phivolcs atas potensi gempa di Sesar Lembah Barat, Filipina.
Sesar Lembah Barat melintasi beberapa bagian Metro Manila dan provinsi sekitarnya seperti Bulacan, Rizal, Laguna, dan Cavite.
Bahkan kerusakan akibat gempa ini bisa memperluas tingkat kerusakan dan korban di luar Metro Manila.
“[Melalui] perangkat lunak, kami dapat menaksir [besaran] serta dampak di provinsi-provinsi sekitarnya. Faktanya, jumlah korban lebih dari 40.000 orang,” ujar Narag pada konferensi pers di Kota Quezon.
Narag menambahkan Phivolcs sedang berupaya menempatkan lebih banyak perangkat instrumentasi di sekitar Sesar Lembah Barat untuk mempelajari tren gerakan di sepanjang patahan.
Phivolcs sebelumnya menolak isu yang mengatakan gempa berkekuatan 7,1 M segera melanda Metro Manila.
Dia mengatakan belum ada teknologi di dunia yang dapat memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi.
“Pesan teks itu bukan dari DOST-Phivolcs. Tidak ada dasar untuk peringatan itu,” kata Phivolcs dalam sebuah pernyataan di Filipina, Selasa.
Phivolcs mengadakan konferensi pers usai gempa berkekuatan 6.1 dan magnitudo 6.5 yang masing-masing melanda Zambales dan Samar.