Hayati Nupus
08 Agustus 2019•Update: 08 Agustus 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Filipina menyatakan epidemi demam berdarah nasional, setelah penyakit itu merenggut 622 nyawa dan lebih dari 146.000 kasus terjadi sejak awal tahun.
Sekretaris Kesehatan Francisco Duque III mengatakan jumlah kasus itu tercatat sepanjang 1 Januari hingga 20 Juli dan naik 98 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.
“Penting untuk menyatakan epidemi nasional, agar pemerintah daerah menggunakan dana respon cepat untuk mengatasi itu,” ujar Duque, dalam konferensi pers di Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) di Camp Aguinaldo, Filipina, lansir The Star.
Kementerian Kesehatan juga mencatat terdapat 5.100 kasus demam berdarah tiap pekan.
Sementara Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan status darurat nasional atau keadaan bencana belum saatnya diumumkan, karena hanya beberapa daerah saja yang terkena kasus demam berdarah.
Salah satunya adalah Provinsi Samar, yang telah menetapkan status darurat sehingga memungkinkan penggunaan dana bencana untuk mengatasi penyakit ini.
Status serupa sebelumnya telah dideklarasikan oleh wilayah lain, yaitu Zamboanga Sibugay, Cavite, Cotabato Selatan, Leyte dan Samar Timur, juga beberapa kota seperti Island Garden City Samal dan Iloilo City.
Meski begitu, Ketua NDRRMC tersebut telah mengeluarkan surat edaran yang memerintahkan semua lembaga anggota untuk menghentikan epidemi nasional.
Kasus demam berdarah terjadi akibat virus nyamuk Aedes aegypti dan hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan.