Politik, Regional

Thailand akan pulangkan 700 warga Myanmar korban perdagangan manusia

Thailand juga akan memulangkan pekerja ilegal dari Myanmar yang ditangkap saat mencoba transit tanpa dokumen untuk masuk ke Malaysia

Pizaro Gozali İdrus   | 14.08.2019
Thailand akan pulangkan 700 warga Myanmar korban perdagangan manusia Ilustrasi: Pemandangan biksu yang sedang berdoa dalam upacara tahunan di Kuil Wat Phra Dhammakaya, utara Bangkok, Thailand pada 19 Februari 2019. Warga Thailand merayakan festival budha pengelompokan searah jarum jam dan upacara pencahayaan lentera Makha pratipa di Kuil Dhammakaya pada 'Hari Makha Bucha' dalam bulan lunar ke-3, dimana sekitar 1.250 biksu berkumpul untuk ditahbiskan oleh Budha. (Guillaume Payen - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Pizaro Gozali

JAKARTA

Pemerintah Thailand akan mengirim pulang sekitar 700 korban perdagangan manusia asal Myanmar, lansir Myanmar Times pada Selasa.

Keputusan repatriasi ini diambil berdasarkan rapat antara pejabat Myanmar dan Thailand di Yangon.

“Kami mengirimkan pulang korban-korban perdagangan yang telah menjalani sidang dan dikonfirmasi sebagai warga negara negara Myanmar,” kata Sunee Srisangatrakullert, direktur Divisi Anti-Perdagangan Manusia Thailand.

Sunee mengaku pengiriman balik para korban akan dilakukan dalam dua hingga tiga gelombang selama satu tahun.

Sunee mengatakan orang-orang yang diperdagangkan ke Thailand umumya masuk dalam tiga kategori.

Pertama mereka yang menjalani kerja paksa, kedua dipaksa mengemis, dan ketiga wanita yang dipaksa menjadi pelacur.

Menurut Sunee, jumlah korban perdagangan dari Myanmar lebih tinggi dari Laos atau Kamboja selama dua tahun terakhir.

Ada sekitar 700 korban perdagangan manusia dari Myanmar di tempat penampungan rehabilitasi Thailand.

“Dari jumlah itu, sekitar 600 dianggap warga negara Myanmar. Kami akan membawa pulang mereka yang telah dikonfirmasi sebagai warga negara kami," kata Ma Khine Su Lwin, asisten direktur Departemen Rehabilitasi Myanmar.

Thailand juga akan memulangkan pekerja ilegal dari Myanmar yang ditangkap saat mencoba transit tanpa dokumen untuk masuk ke Malaysia.

Berdasarkan perjanjian antara kedua negara, para pekerja ilegal akan dipulangkan tanpa harus menjalani hukuman di penjara.

Myanmar dan Thailand mengadakan pertemuan setiap enam bulan sekali untuk membahas pemindahan korban perdagangan orang dalam waktu sesingkat mungkin dan melindungi hak-hak mereka.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın