Muhammad Nazarudin Latief
11 Maret 2019•Update: 12 Maret 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Istana kepresidenan Filipina Malacanang menyambut baik peringatan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad untuk berhati-hati dengan pinjaman dari China, seperti diberitakan oleh Philstar.
Dalam sebuah wawancara dengan ANC pekan lalu, pemimpin Malaysia itu mengatakan Filipina harus menghindari kesalahan negara-negara lain yang jatuh ke dalam jebakan utang China.
Juru bicara kepresidenan Salvador Panelo mengatakan bahwa Filipina "sangat berhati-hati" dalam menerima tawaran pinjaman dari China.
"Saya pikir para manajer ekonomi sudah menjelaskan bahwa kita tidak dirugikan," tambah Panelo.
Mahathir berada di Manila minggu lalu untuk kunjungan resmi dan pertemuan bilateral dengan Presiden Rodrigo Duterte.
Malaysia, di bawah pemerintahan Mahathir, membatalkan sejumlah proyek yang didanai China sekitar USD22 miliar yang ditandatangani Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
“Jika Anda meminjam uang dalam jumlah besar dari China dan Anda tidak dapat membayar — Anda tahu ketika seseorang adalah peminjam, dia berada di bawah kendali pemberi pinjaman. Jadi kita harus sangat berhati-hati dengan itu, ”kata Mahathir kepada ANC.
Pemerintahan Duterte telah mencari bantuan dari negara lain untuk mendanai proyek infrastruktur "Bangun, Bangun, Bangun" yang masif.
Sampai pekan lalu, Filipina telah melaksanakan sembilan perjanjian pinjaman dengan negara lain, termasuk dua dari China, menurut Departemen Keuangan.
Dalam wawancara yang sama, Mahathir juga memperingatkan Filipina terhadap masuknya orang asing setelah meningkatnya pekerja Cina di negara itu sejak Duterte menjabat pada 2016.
"Investasi asing langsung seharusnya tidak melibatkan membawa sejumlah besar orang asing untuk tinggal di negara itu karena itu mungkin mengganggu stabilitas politik di negara itu," kata pemimpin Malaysia itu.