Dandy Koswaraputra
11 Maret 2019•Update: 12 Maret 2019
Ovunc Kutlu
ANKARA
Pemerintah Venezuela diperintahkan untuk membayar USD8,7 miliar sebagai kompensasi kepada raksasa energi AS ConocoPhillips terkait penyitaan investasi di negara itu pada 2007, menurut pernyataan Bank Dunia yang bermarkas di Washington.
Pusat Internasional untuk Penyelesaian Perselisihan Investasi (ICSID) di bawah Bank Dunia mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka memutuskan bahwa pemerintahan Presiden Hugo Chavez saat itu melanggar salah satu perjanjian investasi Venezuela pada tahun 2013 ketika mengambil alih kendali saham ConocoPhillips di tiga proyek minyak di negara tersebut.
"Pengadilan ICSID memutuskan pada 2013 bahwa pengambil-alihan investasi besar ConocoPhillips di proyek-proyek minyak berat Hamaca dan Petrozuata dan proyek pengembangan Corocoro lepas pantai melanggar hukum internasional," kata ConocoPhillips dalam sebuah pernyataan terpisah.
Pada tahun 2006, pemerintahan Chavez telah melakukan nasionalisasi ladang minyak yang dikelola oleh perusahaan asing, yang menyebabkan saham pemerintah dalam proyek minyak meningkat dari 40 persen menjadi 60 persen.
ConocoPhillips juga dianugerahi sekitar USD2 miliar tahun lalu dari perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA oleh Kamar Dagang Internasional mengenai pengambilalihan saham di tiga proyek.
Keputusan itu menambah masalah keuangan Venezuela ketika pemerintah AS pada 28 Januari memberi sanksi kepada negara Amerika Selatan itu dengan menghentikan penyuling AS yang membeli pembelian minyak mentah dari PDVSA dan CITGO kecuali jika pembayaran dilakukan di luar rezim Presiden Nicolas Maduro saat ini.
Citgo Petroleum yang berbasis di AS, aset asing terbesar Venezuela, menunjuk anggota baru ke dewan direksi pada 13 Februari dengan bantuan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido.