JAKARTA
Operator transportasi publik KRL Commuterline di Jakarta mulai menerapkan pemeriksaan suhu tubuh kepada pengguna untuk mencegah penyebaran Coronavirus Desease (Covid-19).
Vice Presiden Corporate Communication PT KCI —operator KRL— Ane Purba mengatakan pemeriksaan suhu tubuh diterapkan mulai hari ini.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memetakan rute KRL Bogor-Depok-Jakarta Kota memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19.
Jumlah pengguna lintas Bogor/Depok menuju Jakarta Kota/Angke/Jatinegara mencapai 546.420 pengguna per hari atau sekitar 69 persen dari keseluruhan pengguna KRL.
Ane mengatakan pihaknya akan berupaya mengantisipasi peredaran virus corona sambil tetap melayani pengguna.
Sejauh ini mereka menyiapkan 700 botol hand sanitizer untuk 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun.
Selain itu, pos kesehatan disiapkan di 30 stasiun KRL yang dapat memberikan pertolongan pertama jika pengguna mengalami masalah kesehatan.
“Di pos ini pengguna dapat mengukur suhu tubuh, mendapatkan masker, hingga obat-obatan. Bila tidak dapat ditangani, petugas kesehatan akan merujuk pengguna ke rumah sakit terdekat,” kata Ane melalui siaran pers, Kamis.
Pembersihan kereta menggunakan cairan pembersih yang mengandung desinfektan juga rutin dilakukan.
Dia mengimbau agar para pengguna juga menggunakan masker saat sedang sakit, batuk, pilek maupun dalam masa penyembuhan.
Selain itu, juga mencuci tangan dengan benar, tidak meludah sembarangan, serta memeriksakan diri ke pos kesehatan bila merasa kurang sehat.
Sebelumnya, moda transportasi umum lainnya di Jakarta seperti MRT juga telah menerapkan thermal scanning dan melarang orang-orang yang demam menggunakan moda ini.
Selain itu, PT Transjakarta juga meyiapkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan membersihkan bus dengan cairan desinfektan.
—Transportasi umum berisiko
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan transportasi umum merupakan salah satu tempat yang memiliki potensi risiko penyebaran Covid-19.
Anies mengakui bahwa salah satu rute KRL yang berisiko tinggi adalah rute Bogor-Depok-Jakarta Kota, sedangkan KRL rute Cikarang-Bekasi-Jakarta Timur dikategorikan bebas dari potensi penyebaran.
“Yang disampaikan itu bukan bahwa saat ini ada kasus, bukan, tapi bahwa saat ini kita punya potensi risiko-risiko, salah satunya adalah transportasi,” kata Anies kepada wartawan di Jakarta, Rabu malam.
“Ini tujuannya untuk internal supaya bisa bersiap dan bisa melakukan langkah-langkah mitigasi,” lanjut dia.
Menurut Anies, risiko itu disimpulkan berdasarkan data sebaran orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
Berdasarkan data pemantauan yang ditampilkan pada situs corona.jakarta.go.id ada 98 ODP yang masih dalam pemantauan dan 103 pasien dalam pemantauan yang masih dirawat di Jakarta hingga Kamis, 12 Maret 2020.
Orang dalam pemantauan merupakan orang dengan gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
Sedangkan pasien dalam pengawasan merupakan orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, atau memiliki riwayat demam, ISPA dan pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam 14 hari terakhir.
“Kita kan memiliki data sebaran orang-orang dalam pemantauan, data pasien dalam pengawasan, dari situ kemudian dibentuk petanya, ada,” ujar Anies.
news_share_descriptionsubscription_contact
