Nasional

Sebanyak 1.456 WNI Jemaah Tabligh berada di luar negeri

Ada sekitar 1456 warga Indonesia anggota Jemaah Tabligh ikut dalam pengajian akbar di luar negeri, sementara 731 orang lainnya saat ini berada di India

Erric Permana   | 31.03.2020
Sebanyak 1.456 WNI Jemaah Tabligh berada di luar negeri Ilustrasi. Umat Muslim Pakistan berkumpul di Masjid Memon untuk menyambut Nisfu Sya'ban di Karachi pada 20 April 2019. (Sabir Mazhar - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Pemerintah menetapkan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terhadap seluruh WNI yang merupakan rombongan jemaah tabligh di luar negeri dan akan kembali ke Indonesia.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan WNI jemaah tabligh di luar negeri tersebut saat ini diketahui sebagian besar berada di India.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan berdasarkan data yang diperoleh pemerintah ada sekitar 1456 WNI ikut dalam pengajian akbar di luar negeri, sementara 731 orang saat ini berada di India.

Meskipun demikian, data tersebut hanya perkiraan, belum dapat dipastikan oleh pemerintah.

Jemaah tabligh yang pulang ke Indonesia dan tidak menunjukkan gejala Covid-19, Retno meminta agar WNI tersebut melakukan isolasi secara mandiri.

Sementara untuk jamaah tabligh yang pulang ke Indonesia dan memiliki gejala akan ditetapkan sebagai PDP dan bakal menjalani karantina.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan mayoritas dari jamaah tabligh di India tersebut juga sempat menghadiri acara pengajian akbar di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia.

"Mereka individual atau kelompok kecil dan berpindah pindah," kata Faizasyah kepada Anadolu Agency pada Selasa.

Sebelumnya, Pengajian tabligh akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia digelar sepanjang 27 Februari hingga 3 Maret, dengan peserta sekitar 16.000 orang.

Sebanyak 1.500 di antaranya merupakan orang asing dari 25 negara berbeda.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.