İqbal Musyaffa
29 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Data Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2018 yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah provinsi yang berada dalam kategori demokrasi baik bertambah dari 4 provinsi pada 2017 menjadi 5 provinsi pada 2018.
Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan lima provinsi yang memiliki angka IDI di atas 80 antara lain DKI Jakarta dengan indeks 85,08, Bali dengan indeks 82,37, NTT dengan indeks 82,32, Kalimantan Utara dengan indeks 81,07, dan DI Yogyakarta dengan indeks 80,82.
Suhariyanto mengatakan bahwa angka IDI di bawah 60 masuk ke dalam kategori buruk, 60-80 masuk kategori sedang, dan 80 ke atas masuk dalam kategori baik.
“Kelima provinsi tersebut berada jauh di atas kategori IDI nasional yang berada dalam kategori sedang dengan indeks 72,39,” ujar dia di Jakarta, Senin.
Selain itu, Suhariyanto menambahkan 28 provinsi lainnya berada dalam kategori sedang, sementara tahun lalu terdapat 30 provinsi berkategori sedang tanpa ada satupun provinsi dengan kategori IDI buruk.
“Pada tahun 2018 ada satu provinsi dengan kategori IDI buruk, yakni Papua Barat dengan indeks 58,29,” imbuh Suhariyanto.
Dia menambahkan pada IDI 2018 ini terdapat 20 provinsi yang mengalami peningkatan indeks, sementara 14 provinsi mengalami penurunan angka indeks.
“Dua provinsi dengan peningkatan indeks terbesar adalah Aceh sebesar 9,04 poin dan NTT sebesar 6,82 poin,” ungkap Suhariyanto.
Sementara dua provinsi yang mengalami penurunan angka IDI terbesar adalah Kepulauan Bangka Belitung sebesar 6,68 poin dan Jambi sebesar 5,41 poin.