Erric Permana
03 Juli 2020•Update: 05 Juli 2020
JAKARTA
Indonesia membutuhkan waktu satu tahun untuk memberikan vaksin Covid-19 jika telah ditemukan ke masyarakat.
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti mengatakan berdasarkan perhitungan dengan rumus Viro, pemberian vaksin paling sedikit diberikan kepada dua pertiga total populasi.
"Mereka yang akan diberikan vaksin yakni dua pertiga dari 265 juta sama dengan 176 juta masyarakat Indonesia," ujar Ali Ghufron Mukti pada Kamis.
Jika satu orang akan diberikan dua kali vaksinasi kata Ghufron, maka dibutuhkan sekitar 352 juta unit vaksin.
"Jika harga vaksin USD5 atau sekitar Rp75 ribu, maka dibutuhkan dana sekitar Rp26,4 triliun," tambah dia.
Sebelumnya, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bentukan pemerintah menargetkan melakukan uji praklinis vaksin Covid-19 pada akhir 2020 mendatang.
Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Ali Ghufron Mukti mengatakan pada awal 2021 beberapa uji klinisi akan dimulai untuk memastikan keamanan serta efektivitas vaksin tersebut sebelum digunakan.
"Hasil dari uji coba tersebut diharapkan akan rampung pada pertengahan 2021," kata Ali Ghufron Mukti pada Kamis saat memberikan keterangan pers virtual.
Sebelumnya, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 bentukan pemerintah menargetkan melakukan uji praklinis vaksin Covid-19 pada akhir 2020 mendatang.
Menurut Mukti pada awal 2021 beberapa uji klinisi akan dimulai untuk memastikan keamanan serta efektivitas vaksin sebelum digunakan.
"Hasil uji coba diharapkan akan rampung pada pertengahan 2021," kata Ali Ghufron Mukti pada Kamis saat memberikan keterangan pers virtual.