Pizaro Gozali İdrus
22 April 2019•Update: 23 April 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengecam keras peristiwa serangan bom terhadap gereja di Sri Lanka.
"Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama," tegas Menag dalam pernyataan resminya pada Senin di Jakarta.
Menurut Menteri Lukman, tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apa pun motifnya.
"Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah," tegas Menteri Lukman.
Menteri Lukman mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik bagi korban di Sri Lanka.
Menteri Lukman juga minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional.
Menurut dia, saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka, termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.
"Mari tingkatkan kewaspadaan kita untuk terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah kita masing-masing," pesan dia.
Serangkaian serangan bom pada Minggu pagi mengguncang beberapa lokasi, Gereja Kochikade, Gereja Katuwapitiya, Hotel Shangri-La, Hotel Cinnamon Grand dan gereja St Barnabas di Kolombo, Sri Lanka.
Polisi mengonfirmasi lebih 290 orang tewas karena kejadian tersebut. Selain itu, serangan juga melukai lebih dari 500 orang.