Nicky Aulia Widadio
20 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Jumlah korban yang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura, Papua kembali bertambah menjadi 97 orang.
Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar AM Kamal mengatakan jumlah korban tersebut merupakan yang terdata dari pencarian Tim SAR Gabungan hingga Selasa pukul 20.00 WIT.
“Sebanyak 38 jenazah telah teridentifikasi dan 36 di antaranya telah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kamal melalui siaran pers, Selasa malam.
Selain itu, tercatat 159 orang luka-luka dan 79 orang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Sebanyak 34 orang korban hilang merupakan warga Kampung Milinik dan 20 orang merupakan warga BTN Gajah Mada.
Kamal mengatakan TNI, Polri, dan Tim SAR Gabungan akan melanjutkan proses pencarian korban.
“Personel TNI dan Polri masih dikerahkan disetiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa,” ujar dia.
Sebanyak 9691 warga kini mengungsi di beberapa titik antara lain di halaman Kantor Bupati Jayapura dan rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir.
Banjir bandang menerjang sembilan kelurahan, tiga di antaranya mengalami kerusakan parah yakni Dobonsolo, Doyo Baru dan Hinekombe.Banjir menyebabkan 350 unit rumah rusak berat dan 211 unit rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani. Sejumlah fasilitas umum juga rusak berat, yaitu delapan sekolah, tiga tempat ibadah, delapan drainase, dan tiga jembatan.
Pemerintah Daerah Papua telah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak 17 Maret 2019.