Muhammad Nazarudin Latief
25 Juni 2019•Update: 26 Juni 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah menekankan para investor industri batu bara menjalankan usahanya dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup, ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono.
Menurut Bambang meski Indonesia hanya mempunyai cadangan batu bara sebesar 39,8 miliar ton, tidak sebesar China dan Australia, namun tetap diperhitungkan dunia sebagai produsen batu bara yang penting baik dari sisi produksi, penggunaan, ekspor.
“Itu menjadi tantangan pemerintah bagaimana menyeimbangkan antara yang ada sekarang dengan kepentingan perusahaan dan konservasi,” ujar Bambang dalam Coaltrans Asia Tahunan ke-25 di Bali, Senin.
Menurut Bambang batu bara berfungsi sebagai salah satu sumber penerimaan negara dan modal pembangunan. Prioritas penggunaannya adalah sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik dan industri.
“Kita harus mengatur masalah illegal mining, penggunaan mercury, terus bagaimana pengelolaan lubang tambang, termasuk pengelolaan pertambangan yang ada di area hutan," ujar dia.
Pemerintah juga memberikan penilaian khusus kepada perusahaan yang pro-lingkungan dengan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).
Menurut Bambang ini adalah upaya mendorong para pelaku usaha menjalankan aktivitas bisnisnya yang beretika, berwawasan lingkungan dan bertanggung jawab dengan memberikan insentif maupun disinsentif.
Insentifnya adalah penyebarluasan kepada publik tentang reputasi atau citra baik bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik dengan label biru, hijau dan emas.
Ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Pandu Sjahrir mengatakan bahwa pengelolaan lingkungan pertambangan batu bara saat ini sudah jauh lebih baik, terutama di sektor pembangkit yang menggunakan teknologi-teknologi yang lebih ramah lingkungan dengan emisi yang rendah.
Menurut dia akan ada tambahan biaya dalam pengelolaan batu bara jika memperhatikan masalah pelestarian lingkungan, namun bisa dipastikan seluruh pelaku di industri batu bara akan melakukannya.
“Tentu ini akan tambah cost, tapi pasti mau tidak mau semua setuju,” ujar dia.