Erric Permana
26 November 2019•Update: 26 November 2019
JAKARTA
Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia tengah melakukan terobosan dalam energi baru terbarukan dalam forum pengusaha ASEAN - Republik of Korea (ROK) CEO Summit yang digelar di Busan Exhibition and Convention Center di Korea Selatan pada Senin.
Salah satu terobosan yang tengah dilakukan yakni pada tahun depan, Indonesia mewajibkan peningkatan campuran biodiesel menjadi 30 persen atau B30.
"Indonesia juga saat ini juga tengah mengembangkan energi listrik berbasis air,” ujar presiden yang akrab disapa Jokowi pada Senin.
Di Indonesia kata dia memiliki sungai-sungai besar yang mampu menghasilkan energi listrik berbasis air dalam jumlah yang signifikan.
“Setidaknya ada dua lokasi, yaitu di Kalimantan Utara dengan potensi 11GW dan Papua dengan potensi 20GW. Dengan menggunakan energi listrik dari tenaga air, maka pengembangan industri yang kami lakukan akan memiliki emisi yang rendah,” kata Presiden Jokowi.
Menurut presiden, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris.
Dia mengingatkan tantangan yang akan dihadapi ke depan makin berat.
“Keberanian untuk mengambil terobosan besar di era age of disruption adalah opsi satu-satunya untuk kita bisa menjadi pemenang. Saya ajak pengusaha ASEAN dan Korea untuk mengambil pilihan ini,” tutur Presiden Jokowi.
ASEAN dan Korea jelas dia, harus menjadi negara terdepan dalam pengembangan energi terbarukan.