Erric Permana
22 September 2020•Update: 23 September 2020
JAKARTA
Indonesia meminta Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) memberi dampak nyata dan tidak terjebak retorika.
Ini merupakan salah satu solusi yang ditawarkan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dalam pertemuan tingkat tinggi memperingati berdirinya PBB yang merupakan rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-75.
Menlu Retno menegaskan ekspektasi dunia terhadap PBB semakin meningkat untuk dapat memperkuat kepemimpinan global dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Apalagi kata dia tantangan kerja sama multilateral semakin besar dengan meningkatnya rivalitas dan kebijakan unilateralisme sejumlah negara.
Menlu Retno mengingatkan bahwa hal tersebut tidak dapat dibiarkan karena negara lemah akan semakin terpinggirkan.
"Dalam jangka pendek, hal ini dapat tercermin dalam upaya menjamin dan memfasilitasi akses kebutuhan vaksin dan obat-obatan yang terjangkau bagi semua. Dalam jangka panjang, PBB harus berupaya untuk menciptakan ketahanan ekonomi global dan penguatan sistem kesehatan global," ujar Retno Marsudi melalui keterangan resminya pada Selasa.
Solusi kedua yang ditawarkan Indonesia, PBB harus tetap relevan dan bisa mengantisipasi tantangan mendatang.
Itu sebab kata Retno, PBB harus terus memperbaiki diri agar tetap efisien, adaptif dan memiliki kemampuan deteksi dini.